Author: Regina Rodriquez

COVID-19 Memaparkan Kerentanan di Dunia Maya

COVID-19 Memaparkan Kerentanan di Dunia Maya – Pandemi COVID-19 untuk sementara mengubah dunia maya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari langkah-langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran virus, lembaga pemerintah dan perusahaan swasta bekerja jarak jauh melalui konferensi video, komputasi awan, dan platform intranet. Sekolah ditutup sementara dan menggunakan metode pembelajaran online.

Saat ini, dunia maya adalah tempat berlindung dari risiko penularan. Namun, seperti yang kita lihat lonjakan sementara pengguna dan penggunaan, dunia maya memiliki jenis risiko sendiri yang perlu dikelola.

Pertama, ada peningkatan “infodemik” penyebaran informasi palsu. Media sosial dan platform perpesanan telah memperbanyak ratusan tipuan pada COVID-19, yang sebagian besar bermain di sentimen ras dan memberikan saran kesehatan yang meragukan.

COVID-19 Memaparkan Kerentanan di Dunia Maya

Karena itu, sangat penting untuk menyuntik masyarakat terhadap infodemik. Sebuah model oleh Brainard and Hunter menyarankan bahwa, dengan membuatnya sehingga setidaknya 20 persen dari populasi tidak percaya pada informasi yang salah, tingkat keparahan wabah penyakit dapat dikurangi. slotonline

Dalam melakukan hal itu, gugus tugas COVID-19 nasional baru-baru ini merilis portal online satu atap: covid19.go.id, di mana masyarakat dapat mengakses statistik nasional dan kontra-narasi tentang hoax.

Masih berada di belakang kawalcovid19.id, sebuah inisiatif crowdsourced yang memperbarui statistik nasional hampir secara real-time. Penyakit ini, saat ini menyebar secara eksponensial, dan sedikit keterlambatan informasi dapat mengubah persepsi publik secara signifikan.

Pemerintah telah mendapat bantuan dari inisiatif crowdsourced untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat kepada publik. Namun, perlu ditingkatkan dan lebih proaktif, cepat dan transparan agar sesuai dengan laju infodemik COVID-19 dari arah yang berlawanan. Jika tidak, publik dapat terus mencari dan diekspos oleh informasi melalui segala cara dan sumber yang tersedia untuk mereka.

Kedua, ada pandemi siber. Check Point, sebuah perusahaan cybersecurity, melaporkan bahwa sejak Januari 2020, lebih dari 4.000 domain internet baru yang terkait dengan COVID-19 telah terdaftar, dan mereka kemungkinan besar 50 persen lebih berbahaya daripada domain lain.

Sebagian besar serangan siber terkait COVID-19 datang dalam bentuk phishing, upaya penipuan untuk mencuri informasi pribadi. Baru-baru ini, email tampaknya telah dikirim oleh Organisasi Kesehatan Dunia dengan lampiran e-book yang diklaim mengandung penelitian luas tentang COVID-19. Alih-alih, ia memuat trojan yang mencuri kata sandi, detail kartu kredit, atau informasi karyawan, lalu mengirimkan informasi ini kepada pelaku.

Pandemi COVID-19 telah menghantam generasi yang lebih tua dan pandemi siber akan hampir sama. Generasi pekerja yang lebih tua, lebih cenderung menjadi “imigran digital” yang masih membiasakan diri dengan keterampilan dan digitalisasi TIK selama kerja jarak jauh.

Sektor kesehatan juga akan rentan karena memiliki banyak data yang berharga dan sensitif. Rumah sakit terbesar kedua di Republik Ceko yang bertanggung jawab menjalankan tes COVID-19 mengalami serangan, yang memaksa rumah sakit untuk sementara waktu mematikan jaringan IT. Dalam sistem kesehatan yang kewalahan oleh wabah COVID-19, serangan ransomware yang melumpuhkan jaringan rumah sakit dapat menyebabkan sistem berakhir.

Sistem kesehatan Indonesia seharusnya tidak meremehkan biaya ketidakamanan cyber. Jangan sampai lupa, ransomware WannaCry global membuat informasi online pasien tidak dapat diakses di rumah sakit Dharmais dan Harapan Kita di Jakarta pada tahun 2017.

Ketiga, ada kesenjangan digital dalam pendidikan jarak jauh. Sebagian besar murid sekolah dasar dan menengah diharapkan untuk sementara bermigrasi ke “ruang kelas online”. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang telah berkolaborasi dengan “edutech” start-up dan penyedia ponsel untuk menyediakan portal pembelajaran online dan internet gratis untuk mengaksesnya.

Namun, masalah kesenjangan geografis masih ada. Survei Asosiasi Penyedia Layanan Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa penetrasi internet lebih tinggi di perkotaan (74,1 persen) daripada di daerah pedesaan (61,6 persen). Provinsi Jawa juga relatif memiliki penetrasi internet yang lebih tinggi.

Hal ini menempatkan siswa dari keluarga berpenghasilan rendah dan daerah pedesaan berisiko tertinggal karena mereka sering tidak memiliki perangkat yang diperlukan atau bandwidth internet yang memadai.

Beberapa kelas akhirnya menggunakan platform perpesanan seperti WhatsApp. Namun, platform pengiriman pesan bersifat sinkron komunikasi waktu nyata di mana proses pembelajaran diharapkan terjadi secara bersamaan. Ini dapat memperlebar kesenjangan digital untuk siswa yang tidak memiliki akses konstan ke internet dan perangkat.

Lebih buruk lagi, dalam beberapa kasus, beberapa guru hanya memberikan pekerjaan rumah dan tugas siswa mereka sementara meninggalkan bagian pengajaran. Ini akan membawa masalah lain yaitu kesenjangan pekerjaan rumah, di mana siswa dengan akses internet terbatas sering memiliki kesulitan yang lebih besar dalam menyelesaikan pekerjaan rumah daripada mereka yang memiliki internet yang baik.

Pemerintah harus melakukan intervensi lebih lanjut yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan platform e-learning; atau yang lain, e-learning dapat memperdalam dan menegaskan kembali perbedaan kelas sosial ekonomi.

Ada tiga intervensi jangka pendek yang dapat dipertimbangkan.

Pertama, tingkatkan sinkronisasi dan transparansi data. Portal informasi nasional lengkap COVID-19 adalah perbaikan yang disambut baik. Namun, masih belum mengungkapkan sejarah geolokasi anonim dari kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada skala nasional. Ini akan sangat membantu bagi masyarakat untuk melacak pergerakan mereka untuk kemungkinan transmisi.

Beberapa pemerintah provinsi telah mengambil langkah lebih lanjut menuju transparansi dengan mengungkapkan data geolokasi tersebut, serta informasi tentang demografi (usia, jenis kelamin) dan distribusi geografis. Meskipun demikian, agregasi nasional dari data yang saat ini berbeda dapat membantu masyarakat untuk melihat keseluruhan gambar. Koordinasi antara data pusat dan daerah sangat penting untuk mencapai hal ini.

Kedua, menyelaraskan, tetapi mendesentralisasi pedoman ketahanan cyber di antara para pakar publik dan teknis. Dalam gelombang pandemi cyber saat ini, setidaknya ada dua kelompok risiko: pekerja jarak jauh dan infrastruktur cyber sektor kesehatan. Dalam melindungi kedua kelompok risiko, National Cyber ​​Security Center (NCSC) Inggris baru-baru ini menerbitkan enam halaman pedoman yang berisi pendidikan pengguna dan persiapan infrastruktur cyber untuk pekerjaan jarak jauh selama pandemi COVID-19.

Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) dapat mengeluarkan panduan serupa. Sebagai permulaan, buku putih BSSN yang baru-baru ini diterbitkan tentang cybersecurity sektor kesehatan dapat menjadi titik rujukan, terutama untuk melindungi informasi sensitif tentang kasus COVID-19 di 227 rumah sakit rujukan di seluruh negeri.

Ketiga, meningkatkan keterjangkauan dan aksesibilitas platform e-learning. Mulai dengan fokus pada platform seluler. Indonesia adalah negara mobile-first. Kebanyakan orang mengakses internet secara eksklusif melalui ponsel karena paket data lebih murah dan jangkauan 4G juga lebih luas dibandingkan dengan kabel dan desktop.

COVID-19 Memaparkan Kerentanan di Dunia Maya

Platform asinkron, seperti papan pesan atau forum, juga lebih disukai karena mereka tidak memerlukan koneksi internet yang konstan. Platform e-learning berbasis streaming harus menyediakan opsi bagi pengguna untuk menyimpan konten secara lokal. Di provinsi dengan ketersediaan internet yang rendah dan tidak stabil, opsi untuk memproduksi materi pembelajaran secara massal melalui stik micro-USB juga dapat dipertimbangkan.

Selama pandemi COVID-19, ruang maya menggantikan ruang fisik. Maka, mengkondisikan dunia maya yang kuat akan mendorong orang dan organisasi untuk tinggal di rumah dalam upaya untuk meratakan kurva.

Twitter Memberi Label Konten Virus ‘Menyesatkan’

Twitter Memberi Label Konten Virus ‘Menyesatkan’ – Twitter mengatakan Senin bahwa pihaknya mulai menandai klaim “menyesatkan” dan “diperselisihkan” tentang pandemi corona virus dalam upaya meningkatkan label konten yang berpotensi berbahaya.

Langkah oleh Twitter ini hadir dengan jejaring sosial yang berjuang untuk menghadapi gelombang informasi yang salah dan klaim yang belum diverifikasi tentang wabah penyakit. idn slot

Inisiatif ini mengikuti tindakan sebelumnya oleh Twitter untuk menghapus konten yang menimbulkan ancaman khusus terhadap kesehatan atau keselamatan.

Twitter mengatakan di bawah upaya baru ini, “label peringatan” akan ditambahkan untuk pernyataan atau pernyataan menyesatkan yang telah dikonfirmasi salah atau tidak akurat oleh otoritas kesehatan masyarakat, serta klaim lain tentang keakuratan atau kredibilitas yang diperebutkan.

Twitter Memberi Label Konten Virus 'Menyesatkan'

“Tim kami menggunakan dan meningkatkan sistem internal untuk secara proaktif memantau konten yang terkait dengan COVID-19,” kata Roth dan Pickles.

Mereka mengatakan Twitter akan bergantung pada “mitra tepercaya” untuk mengidentifikasi konten yang dipertanyakan yang kemungkinan besar akan menyebabkan kerugian.

Twitter sebelumnya telah memblokir atau menghapus konten yang mempromosikan teori konspirasi tentang wabah COVID-19, termasuk klaim palsu yang menghubungkan penyakit ini dengan sistem nirkabel 5G.

Pada bulan Maret, Twitter memperluas pedoman kebijakannya untuk menangani konten yang bertentangan langsung dengan pedoman kesehatan masyarakat, berjanji untuk menghapus apa pun dengan seruan jelas untuk bertindak yang secara langsung dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan atau kesejahteraan manusia, termasuk klaim penyembuhan virus palsu.

Twitter mencatat komentar yang menghasut aktivitas berbahaya, secara khusus menyerukan untuk menghancurkan peralatan nirkabel yang berasal dari teori konspirasi yang menghubungkan 5G dengan corona virus.

“Kami telah memperluas panduan kami tentang klaim yang tidak terverifikasi yang menghasut orang untuk terlibat dalam aktivitas berbahaya, dapat menyebabkan kehancuran atau kerusakan infrastruktur 5G yang kritis, atau dapat menyebabkan kepanikan, kerusuhan sosial, atau gangguan berskala besar yang meluas,” keselamatan Twitter kata tim pada hari Rabu.

Langkah ini mengikuti panggilan media sosial yang mengakibatkan serangan terhadap menara 5G di beberapa negara Eropa.

Pembaruan Twitter adalah yang terbaru dalam upaya platform media sosial untuk mengekang informasi yang merajalela tentang pandemi COVID-19.

Dalam sebuah posting blog, Twitter mengatakan sedang menyempurnakan kebijakannya untuk menangani insiden terbaru.

Ini akan menghilangkan “klaim yang tidak terverifikasi” apa yang dapat menyebabkan kehancuran atau kerusakan infrastruktur kritis, “kepanikan yang meluas, kerusuhan sosial, atau gangguan skala besar,” kata pernyataan itu.

Ini termasuk tweet yang secara keliru memberi tahu orang bahwa makanan hampir habis atau nirkabel 5G menyebabkan corona virus, kata perusahaan San Francisco.

Teori konspirasi 5G telah mendorong pemerintah Inggris untuk turun ke bawah untuk membantah klaim, yang dipromosikan oleh presenter berita ITV.

Twitter mengatakan pada hari Rabu bahwa itu akan memungkinkan para peneliti untuk mengakses data pada percakapan waktu-nyata tentang pandemi corona virus untuk membantu memperdalam pemahaman mereka tentang penyakit ini.

Proyek ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang penyebaran penyakit, menilai respons darurat dan tren komunikasi selama krisis, dan menangani informasi yang salah.

“Ini adalah dataset unik yang mencakup puluhan juta tweet setiap hari,” kata jejaring sosial AS dalam sebuah blog.

Akses ke data real-time Twitter juga dapat membantu mengembangkan alat kecerdasan buatan bagi para ilmuwan yang bekerja untuk mengatasi wabah global.

Wakil presiden Komisi Eropa Vera Jourova, yang bertanggung jawab atas masalah disinformasi, menyambut baik inisiatif ini.

“Saya terus menggarisbawahi pentingnya bagi para peneliti untuk memiliki akses yang lebih baik ke data dan alat non-pribadi yang bermanfaat,” katanya dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

“Ini adalah kunci untuk memahami penyebaran disinformasi.”

Twitter meluncurkan rencana Selasa untuk mengekang penyebaran konten yang dimanipulasi termasuk video “deepfake” sebagai bagian dari langkah untuk melawan informasi yang salah yang dapat mengakibatkan kekerasan atau bahaya lain.

Kebijakan itu diumumkan setelah Twitter meminta komentar tahun lalu tentang cara untuk mengurangi “media sintetis dan manipulasi” pada platform online yang dapat menipu orang selama kampanye pemilihan atau memicu kekerasan atau kerusakan fisik.

Twitter, yang bersama dengan platform sosial lainnya telah berjuang untuk menanggapi kekhawatiran atas informasi yang salah, mengatakan kebijakan barunya menyerukan campuran “label” peringatan untuk tweet yang mencakup gambar atau video yang dimanipulasi, dan penghapusan tweet.

Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran yang berkembang atas video “deepfake” yang diubah menggunakan kecerdasan buatan, bersama dengan jenis manipulasi lainnya untuk menipu pengguna media sosial.

Wakil presiden Twitter untuk kepercayaan dan keamanan Del Harvey mengatakan kebijakan baru ini tidak hanya membahas masalah dalam, tetapi juga jenis manipulasi lainnya, yang kadang-kadang digambarkan sebagai “pemalsuan yang dangkal” atau “tindakan curang”.

“Ini bukan aturan yang mendalam,” katanya.

“Kami ingin mengatasi setiap insiden di mana media telah diubah atau dibuat-buat.”

Keputusan apakah akan menyertakan label atau menghapus konten akan tergantung pada “kemungkinan dan tingkat keparahan bahaya yang bisa terjadi,” kata Harvey selama panggilan dengan wartawan.

Twitter mengatakan dalam sebuah posting blog akan mulai memberlakukan kebijakan baru pada 5 Maret, memperingatkan pengguna untuk memanipulasi gambar atau video, dan kadang-kadang mengimbangi mereka dengan tautan ke informasi lebih lanjut tentang subjek.

Twitter mengatakan akan menempatkan label peringatan pada video palsu yang diposting dengan maksud untuk menipu orang, dan dalam beberapa kasus menghapus konten. “Anda mungkin tidak secara menipu berbagi media sintetis atau manipulasi yang mungkin menyebabkan kerusakan,” kata manajer produk grup Ashita Achuthan dan kepala integritas situs Yoel Roth dalam posting blog.

“Selain itu, kami dapat memberi label tweet yang berisi media sintetis dan manipulasi untuk membantu orang memahami keaslian media dan untuk memberikan konteks tambahan.”

Aturan baru akan berlaku untuk politisi dan kampanye mereka, menurut Harvey.

“Jika media diubah atau dibuat-buat, terlepas dari siapa individu itu, kebijakan ini akan tetap berlaku,” katanya.

Di bawah kebijakan itu, misalnya, video-video yang dibuat dari para mantan wakil presiden AS Joe Biden dan pembicara Demokrat dari Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi yang menyebabkan kontroversi baru-baru ini di media sosial akan melanggar aturan baru, menurut eksekutif Twitter.

“Apakah tweet akhir menghasilkan kebingungan atau kesalahpahaman atau menghasilkan upaya yang disengaja untuk menyesatkan orang? Itulah pertanyaannya.”

Twitter Memberi Label Konten Virus 'Menyesatkan'

Pengumuman itu muncul sehari setelah YouTube mengatakan akan menghapus video terkait pemilihan yang “dimanipulasi atau diobati” untuk menyesatkan pemilih, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang upaya menyebarkan informasi yang salah yang dapat mempengaruhi pemilihan di seluruh dunia.

Facebook, yang memiliki kebijakannya sendiri tentang informasi yang salah, pada bulan Januari mengatakan akan melarang video deepfake sambil memungkinkan klip yang diedit banyak-banyak selama masih parodi atau sindiran.

Platform media sosial telah berada di bawah tekanan untuk membasmi disinformasi termasuk gambar dan video yang dimanipulasi.

Mengenai Kecanggihan WI-FI 6

Mengenai Kecanggihan WI-FI 6

Mengenai Kecanggihan WI-FI 6 – Wi-Fi akan berkembang dengan semakin cepat. Hal ini merupakan berita bagus dalam dunia internet yang pada umumnya selalu saja diminati, terutama karena kita mengkonsumsi lebih banyak aplikasi, permainan, dan video yang menuntut bandwidth dengan laptop dan telepon kita.

Tetapi generasi berikutnya dari Wi-Fi, yang dikenal sebagai Wi-Fi 6, bukan hanya ada peningkatan kecepatan yang sederhana. Namun, dampaknya pun akan lebih bernuansa, dan kita cenderung melihat manfaatnya semakin lama. slot online indonesia

Mengenai Kecanggihan WI-FI 6

Hal ini pun kurang dari peningkatan kecepatan satu kali dan lebih banyak dari upgrade yang dihadapi di masa depan yang dirancang untuk memastikan kecepatan internet Anda tidak terhenti beberapa tahun ke depan.

Wi-Fi 6 baru akan tiba tahun ini, dan ada peluang bagus untuk berada di dalam ponsel atau laptop Anda berikutnya. Inilah yang harus Anda harapkan begitu tiba.

– Apa itu WI-FI 6?

Wi-Fi 6 adalah generasi berikutnya dari Wi-Fi. Itu masih akan melakukan hal dasar yang sama – menghubungkan Anda ke internet – hanya dengan sekelompok teknologi tambahan untuk mewujudkannya secara lebih efisien, mempercepat koneksi dalam proses.

– Bagaimana Bisa Secepat Itu?

Jawaban singkat tapi tidak lengkap: 9,6 Gbps. Itu naik dari 3,5 Gbps di Wi-Fi 5.

Jawaban sebenarnya: kedua kecepatan itu adalah maksimum teoritis yang tidak mungkin Anda capai dalam penggunaan Wi-Fi di dunia nyata. Dan bahkan jika Anda dapat mencapai kecepatan itu, tidak jelas bahwa Anda membutuhkannya. Kecepatan unduhan khas di AS hanya 72 Mbps, atau kurang dari 1 persen dari kecepatan maksimum teoretis.

Tetapi fakta bahwa Wi-Fi 6 memiliki batas kecepatan teoritis yang jauh lebih tinggi dari pendahulunya masih penting. 9,6 Gbps itu tak mesti masuk ke satu komputer. Ini dapat dibagi di seluruh jaringan perangkat. Maka berarti akan lebih banyak potensi kecepatan untuk setiap perangkat.

– WI-FI 6 Tidak Hanya Mengenai Keceptan

Alih-alih untuk meningkatkan kecepatan untuk masing-masing perangkat, Wi-Fi 6 adalah tentang meningkatkan jaringan ketika sekelompok perangkat terhubung.

Itu adalah tujuan penting, dan tiba pada saat yang penting: ketika Wi-Fi 5 keluar, rata-rata rumah tangga AS memiliki sekitar lima perangkat Wi-Fi di dalamnya. Sekarang, rumah rata-rata memiliki sembilan perangkat Wi-Fi, dan berbagai perusahaan memperkirakan kita akan mencapai rata-rata 50 dalam beberapa tahun.

Perangkat yang ditambahkan itu membebani jaringan Anda. Router Anda hanya dapat berkomunikasi dengan banyak perangkat sekaligus, sehingga semakin banyak gadget yang menuntut Wi-Fi, semakin banyak jaringan secara keseluruhan akan melambat.

Wi-Fi 6 memperkenalkan beberapa teknologi baru untuk membantu mengurangi masalah yang datang dengan menempatkan puluhan perangkat Wi-Fi di satu jaringan. Ini memungkinkan router berkomunikasi dengan lebih banyak perangkat sekaligus, memungkinkan router mengirim data ke beberapa perangkat dalam siaran yang sama, dan memungkinkan perangkat Wi-Fi menjadwalkan check-in dengan router. Bersama-sama, fitur-fitur tersebut harus menjaga koneksi tetap kuat meskipun perangkat semakin banyak menuntut data.

– Apakah Keepatan Pada Setiap Perangkat?

Sayangnya, tidak ada jawaban yang mudah di sini.

Pada awalnya, koneksi Wi-Fi 6 sepertinya tidak akan jauh lebih cepat. Laptop Wi-Fi 6 tunggal yang terhubung ke router Wi-Fi 6 mungkin hanya sedikit lebih cepat daripada laptop Wi-Fi 5 tunggal yang terhubung ke router Wi-Fi 5.

Cerita mulai berubah karena semakin banyak perangkat yang ditambahkan ke jaringan Anda. Di mana router saat ini mungkin mulai kewalahan oleh permintaan dari banyak perangkat, router Wi-Fi 6 dirancang untuk lebih efektif menjaga semua perangkat diperbarui dengan data yang mereka butuhkan.

Masing-masing kecepatan perangkat itu tidak harus lebih cepat dari yang dapat mereka capai hari ini di jaringan berkualitas tinggi, tetapi mereka lebih cenderung mempertahankan kecepatan tertinggi itu bahkan di lingkungan yang lebih sibuk. Anda dapat membayangkan ini berguna di rumah tempat satu orang streaming Netflix, orang lain sedang bermain game, orang lain mengobrol video, dan sejumlah gadget pintar – kunci pintu, sensor suhu, sakelar lampu, dan sebagainya – semuanya check-in sekaligus.

Kecepatan tertinggi dari perangkat-perangkat itu tidak perlu ditingkatkan, tetapi kecepatan yang Anda lihat dalam penggunaan sehari-hari yang khas kemungkinan akan mendapatkan peningkatan.

Namun, seberapa cepat peningkatan itu, akan tergantung pada berapa banyak perangkat di jaringan Anda dan seberapa menuntut perangkat itu.

– Apa yang membuat WI-FI 6 lebih cepat?

Mengenai Kecanggihan WI-FI 6

Ada dua teknologi utama yang mempercepat koneksi Wi-Fi 6: MU-MIMO dan OFDMA.

MU-MIMO, yang merupakan kependekan dari “multi-pengguna, banyak input, banyak output,” sudah digunakan di router dan perangkat modern, tetapi Wi-Fi 6 memperbaruinya.

Teknologi ini memungkinkan router untuk berkomunikasi dengan beberapa perangkat pada saat yang bersamaan, alih-alih menyiarkan ke satu perangkat, lalu ke perangkat berikutnya, dan selanjutnya. Saat ini, MU-MIMO memungkinkan router untuk berkomunikasi dengan empat perangkat sekaligus. Wi-Fi 6 memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi hingga delapan.

Anda dapat memikirkan untuk menambahkan koneksi MU-MIMO seperti menambahkan truk pengiriman ke armada, kata Kevin Robinson, pemimpin pemasaran untuk Wi-Fi Alliance, sebuah kelompok industri teknologi yang didukung secara internasional yang mengawasi implementasi Wi-Fi. “Anda dapat mengirim masing-masing truk ke arah yang berbeda untuk pelanggan yang berbeda,” kata Robinson. “Sebelumnya, Anda memiliki empat truk untuk diisi dengan barang dan dikirim ke empat pelanggan. Dengan Wi-Fi 6, Anda sekarang memiliki delapan truk. ”

Teknologi baru lainnya, OFDMA, yang merupakan singkatan dari “akses ganda pembagian frekuensi orthogonal,” memungkinkan satu transmisi untuk mengirimkan data ke beberapa perangkat sekaligus.

Memperluas metafora truk, Robinson mengatakan bahwa OFDMA pada dasarnya memungkinkan satu truk untuk membawa barang untuk dikirim ke berbagai lokasi. “Dengan OFDMA, jaringan dapat melihat sebuah truk, lihat ‘Saya hanya mengalokasikan 75 persen truk itu dan pelanggan lain ini sedang dalam perjalanan,'” dan kemudian mengisi ruang yang tersisa dengan pengiriman untuk yang kedua. pelanggan, katanya.

Dalam praktiknya, ini semua digunakan untuk mendapatkan lebih banyak dari setiap transmisi yang membawa sinyal Wi-Fi dari router ke perangkat Anda.

– WI-FI 6 Bisa Menigkatkan Daya Hidup Baterai

Teknologi baru lainnya di Wi-Fi 6 memungkinkan perangkat untuk merencanakan komunikasi dengan router, mengurangi jumlah waktu yang mereka butuhkan untuk menjaga antena mereka tetap menyala untuk mengirim dan mencari sinyal. Itu berarti mengurangi daya baterai dan meningkatkan masa pakai baterai.

Ini semua dimungkinkan karena fitur yang disebut Target Wake Time, yang memungkinkan router menjadwalkan waktu check-in dengan perangkat.

Namun, ini tidak akan membantu secara keseluruhan. Laptop Anda memerlukan akses internet terus-menerus, jadi tidak mungkin untuk menggunakan fitur ini secara intensif (kecuali, mungkin, ketika berpindah ke kondisi tidur).

Sebagai gantinya, fitur ini lebih ditujukan untuk perangkat Wi-Fi kecil yang sudah berdaya rendah yang hanya perlu memperbarui statusnya setiap saat. (Pikirkan sensor kecil yang ditempatkan di sekitar rumah untuk memantau hal-hal seperti kebocoran atau perangkat rumah pintar yang duduk hampir sepanjang hari.)

– WI-FI 6 Juga Memiliki Sistem Keamanan Yang Baik

Tahun lalu, Wi-Fi mulai mendapatkan pembaruan keamanan terbesar dalam satu dekade, dengan protokol keamanan baru yang disebut WPA3. WPA3 mempersulit peretas untuk memecahkan kata sandi dengan terus-menerus menebaknya, dan itu membuat beberapa data menjadi kurang berguna bahkan jika peretas berhasil mendapatkannya.

Perangkat dan router saat ini dapat mendukung WPA3, tetapi opsional. Agar perangkat Wi-Fi 6 menerima sertifikasi dari Wi-Fi Alliance, WPA3 diperlukan, sehingga sebagian besar perangkat Wi-Fi 6 cenderung menyertakan keamanan yang lebih kuat setelah program sertifikasi diluncurkan.

Berbagai Fakta Gila Tentang Internet

Berbagai Fakta Gila Tentang Internet – Sejak tahun 1960-an, internet telah dikembangkan oleh para ilmuwan dan para ahli untuk berbagi informasi dengan cepat dan tepat. Apa yang mereka tidak tahu kemudian adalah bahwa internet telah menjadi bagian penting (bagi sebagian) kehidupan sehari-hari modern. Jauh melampaui gagasan sederhananya untuk hanya berbagi informasi, internet telah menjadi tuan rumah jejaring sosial, membuat bioskop digital dan membuka platform bagi outlet berita untuk menyebarkan informasi dalam milidetik. Bahkan telah memiringkan opini publik terhadap politik, hiburan, dan norma sosial. Berikut ini adalah fakta paling gila dan paling aneh tentang internet.

Berbagai Fakta Gila Tentang Internet

1. Internet Sudah Hadir Sejak Dahulu

Gagasan tentang internet dapat ditelusuri kembali ke tahun 1900-an dengan para ilmuwan, insinyur dan orang lain yang merencanakan aliran informasi melalui teknologi. Tidak sampai tahun 1960-an bahwa J.C.R. Licklider dari MIT memikirkan “Intergalactic Network” untuk komputer. Tak lama setelah itu, ARPANET (Jaringan Badan Proyek Penelitian Lanjutan) dibuat. Itu adalah contoh pertama dari sistem kerja fungsional. slot indonesia

2. Internet Memiliki Pengguna Lebih Banyak

Menurut TIK, ada 3,2 miliar pengguna internet secara global. Anehnya, ada 4 miliar pengguna offline di sisi berlawanan dari spektrum. Namun jangan khawatir, jumlah pengguna online terus bertambah.

3. Ingat Web Selatan Dunia?

Pada 1989 Tim Berners-Lee menciptakan World Wide Web. Jika Anda tidak ingat istilah World Wide Web, itu sekarang apa yang biasa disebut sebagai Web. Berners-Lee membuat kode halaman web pertama pada tahun 1990 dan sisanya adalah sejarah. Situs seperti Facebook dan Google tidak akan ada hari ini tanpa kemampuan untuk kode dalam konten.

4. Facebook (Atau Myspace) Bukan Jaringan Sosial Pertama.

SixDegrees.com adalah salah satu layanan jejaring sosial pertama yang tersedia untuk umum. Berdasarkan konsep “enam derajat pemisahan”, SixDegrees.com dibuat pada tahun 1997 dan berlangsung hingga 1999. Ini adalah salah satu pertama kali pengguna dapat mengunggah foto dan informasi yang dapat dibagikan dalam jaringan yang lebih kecil yang biasanya mengarah pada minat yang sama.

5. Hacking Dengan Angka Tertinggi Setiap Harinya.

Menurut Laporan Ancaman Lab 2019, 30.000 situs web diretas setiap hari. Peretasan telah mengambil banyak bentuk selama bertahun-tahun. Saat ini, peretasan dapat dikaitkan dengan berita palsu dan bahkan memberatkan jejak kertas digital. Peretas terus menjadi lebih baik dengan kemajuan teknologi baru.

6. Nama Wi-Fi Diciptakan Oleh Perusahaan Pemasaran (Dan Tidak Berarti Apa Saja).

Sekitar tahun 1999, perusahaan konsultan merek Interbrand menciptakan nama Wi-Fi setelah ditugaskan oleh Wi-Fi Alliance untuk memasarkan layanan yang inovatif saat itu. Istilah Wi-Fi tidak memiliki arti sebenarnya. Asal-usulnya juga agak tidak diketahui. Beberapa sumber melaporkan bahwa itu dimulai pada 70-an di Hawaii dan laporan lain bahwa itu dibuat di Australia pada awal 90-an.

7. Kita Menghabiskan Lebih Banyak Waktu Online Setiap Tahun.

Menurut Kleiner Perkins 2019 Internet Trends Report, orang dewasa menghabiskan 5,9 jam sehari secara online aktif. Untuk mengatasi masalah yang terus berkembang ini, sebagian besar pengecer telepon dan laptop menambahkan batas jumlah penggunaan per hari.

8. Google Adalah Situs Yang Paling Sering Dikunjungi Di Internet.

Dengan lebih dari satu miliar situs web untuk dipilih, Google adalah raja. Menurut situs pemeringkatan lalu lintas Alexa, Google.com adalah situs yang paling banyak dikunjungi di dunia. Youtube.com berada di peringkat kedua dan mesin pencarian bahasa Cina Baidu.com berada di urutan ketiga.

9. Email Pertama Dikirim Pada 1960-An.

Berbagai Fakta Gila Tentang Internet

Bentuk email yang sangat mendasar dibuat pada tahun 1960-an. Mereka menggunakan sistem ARPANET yang memungkinkan bentuk berbagi file yang belum sempurna di antara komputer yang terhubung. Tidak sampai akhir 90-an email berbasis web menjadi populer dengan sistem seperti AOL.

10. 300 Jam Video Didapatkan Untuk Youtube Setiap Menit.

Sekitar lima miliar video ditonton di Youtube setiap hari, dengan 300 jam video diunggah setiap menit. Youtube diluncurkan pada 2005 dan dengan cepat menjadi salah satu situs web paling populer di internet. Video musik untuk “Despacito” adalah video yang paling banyak ditonton di Youtube hingga saat ini.

11. Kota Dengan Internet Tercepat Adalah Minneapolis.

Di Amerika Serikat, Minneapolis menempati urutan pertama dengan kecepatan internet tercepat (ukuran dalam megabit per detik). Saint Paul berada di peringkat kedua dan Atlanta ketiga.

12. 40% Dari Masyarakat Amerika Menggunakan Dating Online.

Menurut eharmony, 40% orang dewasa Amerika menggunakan kencan online. Ada juga 40 juta orang Amerika menggunakan layanan kencan online yang meningkat setiap tahun.

13. Web Gelap Itu Nyata.

Rumor tentang web gelap sebenarnya benar. Bertindak sebagai bagian kecil dari web yang dalam, web yang gelap biasanya dikaitkan dengan aktivitas ilegal. Mengapa? Sebagian besar tidak diawasi dan tidak dienkripsi.

14. Hal Paling Populer Yang Harus Dilakukan Online Adalah Untuk Mengirim Email.

Menurut Statista, 90,8% orang Amerika menggunakan internet untuk mengirim dan menerima email. Tertinggal adalah SMS atau pesan instan dengan 90,2% dan menggunakan media sosial peringkat ketiga dengan 74,4%.

15. Internet Bisa Memutuskan Siapakah Presiden Berikutnya.

Menurut Pew Research Center, 37% orang Amerika lebih suka untuk mendapatkan berita online (media sosial, situs web, dll.) Sementara hanya 41% lebih suka sumber televisi. Persentase orang yang lebih suka berita online tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun dan ini mengubah cara para politisi berkampanye.

16. E-Commerce Adalah Industri Triliun-Dolar Dan Kemudian Beberapa Lainnya

Ketika Amazon pertama kali diluncurkan, itu adalah smorgasbord yang menyenangkan diisi dengan apa saja yang Anda pikir Anda inginkan. Siapa yang tahu seberapa besar dampaknya dalam membentuk sifat sejati budaya belanja? CEO Jeff Bezos, teknologi berpikiran maju dan pengusaha ritel, memiliki wawasan yang benar-benar luar biasa dalam benak konsumen.

Setiap tahun, pada 2017, industri e-commerce menyumbang sekitar $ 2 triliun dalam penjualan. Dari jumlah itu, Amazon mendapat sekitar 80 persen dari penjualan itu. Tapi itu masih menyisakan banyak uang di luar sana untuk diraih. Salah satu tantangan terbesar bagi pemilik bisnis adalah konversi. Menarik pelanggan ke situs Anda adalah satu hal – tetapi membuat mereka mengklik tombol “beli” lebih merupakan tantangan.

Rekomendasi yang dipersonalisasi memengaruhi tingkat konversi yang berpotensi hingga 5,5 kali. “Kesaksian” ini adalah jantung dari model bisnis Amazon. Tetapi masih ada lagi … Kecepatan situs memainkan peran utama dalam meningkatkan tingkat konversi Anda, serta ketersediaan pengiriman gratis, kecepatan pengiriman, dan diskon.

17. Aturan Facebook Media Sosial

Dari 2012 hingga 2017, jumlah pengguna Facebook aktif menjadi dua kali lipat. Ini adalah jaringan sosial pertama yang naik lebih dari satu miliar. Bersama-sama dengan smartphone, dan sampai batas tertentu perangkat elektronik lainnya, FB menerima sekitar 87 persen pendapatan iklannya dari seluler. Jika Anda belum mulai menggunakan iklan FB dalam kampanye pemasaran Anda, saatnya untuk mempertimbangkan kembali dan mengubah strategi perusahaan.

Kominfo Membuat Mesin Sensor Internet Seharga  ‘Rp 194 Miliar’

Kominfo Membuat Mesin Sensor Internet Seharga  ‘Rp 194 Miliar’ – Tak bisa dipungkiri, saat ini dunia Internet di seluruh dunia marak dengan beredarnya konten negatif, baik itu yang mengandung unsur ujaran kebencian, terorisme, radikalisme, hingga pornografi anak. Untuk menangkal penyebaran yang tak terkendali, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memperbarui fitur aduan konten negatif yang ada di situsnya.

Dimulai pada bulan agustus tahun 2019 kemarin,  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) resmi meluncurkan pembaruan fitur tersebut, di mana aduan konten negatif yang dilaporkan di situsnya kini bisa dilacak terus prosesnya oleh si pelapor. slot online

“Sekarang kita lebih transparan lagi, jadi masyarakat bisa mengadukan konten negatif kemudian bisa mengetahui sejauh mana prosesnya berjalan. Masyarakat berhak mengetahui sudah sejauh mana aduannya diproses,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dalam acara soft launching fitur tersebut di gedung Kemkominfo, Jakarta.

Kominfo Membuat Mesin Sensor Internet Seharga  'Rp 194 Miliar'

Layanan ini disediakan oleh Kemkominfo bagi masyarakat untuk melaporkan konten negatif yang dijumpai ketika berselancar di dunia maya. Fitur aduan konten negatif tersebut bisa dilihat di bagian pojok kanan atas situs Kominfo.go.id atau langsung ke situs Aduankonten.id.

Kepala Bidang Sistem dan Data Kemkominfo, Yessi Arnez, menjelaskan hadirnya pembaruan tersebut untuk mempermudah pengaduan, pendaftaran, mengunggah, dan memantau proses aduan konten negatif yang menggunakan sistem berbasis ‘ticketing’.

Untuk melaporkan konten negatif di fitur ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yakni sebagai berikut.

– Masukkan email dan password

– Login

– Verifikasi email

– Masukkan identitas dan data nomor induk KTP

– Masukkan laporan berupa tautan dan gambar screenshot sebagai bukti

– Kirim laporan dan tim konten aduan akan memprosesnya

– Pengguna bisa memantau terus prosesnya dan mendapatkan notifikasi setiap ada pembaruan dari laporannya

Kominfo Membuat Mesin Sensor Internet Seharga  'Rp 194 Miliar'

Konten yang diadukan lewat layanan ini bisa berupa situs, URL, akun media sosial, aplikasi mobile, dan software yang memenuhi kriteria sebagai informasi atau dokumen elektronik bermuatan negatif sesuai peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Cek Proses Aduan

Saat mengecek proses aduan, pengguna bisa melihat apa prioritas dari laporannya dan juga status aduannya yang sudah berjalan sampai mana. Laporan itu sendiri masih dalam tahap pengujian dan saat ini aduan yang masuk akan diproses dengan batas waktu 7 hari.

“Belum tahu kecepatannya (proses aduan) karena masih dalam tahap pengujian, kami ingin melihat dulu bagaimana animo masyarakat dalam melaporkan konten negatif. Saat ini memang 7 hari, tapi kalau animonya tinggi kita akan menyewa orang lebih banyak,” ujar Semuel A. Pangerapan, Dirjen Aptika Kemkominfo, di tempat yang sama.

Semuel menjelaskan, fitur ini bukanlah baru melainkan ada tambahan dengan fitur pelacakan proses aduannya. Ia juga mengatakan, aduan konten negatif yang terdapat dalam sebuah situs dan terbukti melanggar akan ditindaklankjuti ke operator telekomunikasi karena penapisannya berbasis DNS. Sementara untuk konten di platform media sosial akan dilaporkan ke perusahaan masing-masing untuk ditindaklanjuti.

Meski begitu, Kemkominfo menjanjikan proses yang juga cepat terkait aduan konten media sosial tersebut. “Sejak mengundang platform over-the-top (OTT) untuk bertemu, proses yang kita laporkan ke mereka sekarang lebih dari 50 persen percepatannya mereka menanggapi laporan,” ucap Semuel.

Awal Agustus di tahun kemarin, Kemkominfo memang sedang gencar memanggil para pengelola platform OTT di Indonesia, seperti Facebook, Twitter, Telegram, hingga Google, yang diajak berunding terkait penanganan konten negatif di masing-masing layanan.

Dengan adanya pembaruan fitur ini, masyarakat diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam menangkal konten negatif di dunia maya. Selain itu, Kemkominfo juga membuka layanan pengaduan konten negatif lewat aplikasi pesan WhatsApp, pelapor cukup memasukkan nama, konten laporan, dan screenshot ke nomor 08119224545.

Pada awal Oktober lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengumumkan bakal membangun sebuah mesin sensor konten internet untuk mengendalikan penyebaran konten negatif di Indonesia. Konten-konten seperti pornografi, terorisme, radikalisme, hingga berita palsu di dunia maya bakal dipantau melalui mesin tersebut.

Mesin ini rencananya bakal mulai beroperasi pada Desember mendatang dengan tugas utama melakukan penapisan alias filter konten negatif di dunia maya. Kini proses pengembangan mesin tersebut sudah mencapai tahap 50 persen, seperti yang diungkapkan oleh Semuel A. Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo saat ditemui di gedung Kemkominfo.

Menurut rencana, mesin sensor Internet ini akan memiliki total 45 server. Namun, Semuel tidak menjelaskan lebih lanjut soal kapasitas masing-masing server. Lokasi server ini nantinya tidak berada di gedung Kemkominfo, melainkan di tempat lain sementara di gedung Kemkominfo hanya ada pengendalinya saja.

“Barang-barang sudah ada, lantai atas sudah dibongkar (gedung Kemkominfo). Sekarang prosesnya, barang-barang sudah ada. Sisanya 50 persen lagi,” kata Semuel.

Ia menuturkan, mesin sensor ini akan mempermudah penapisan konten negatif yang beredar di internet, di mana mesin tersebut akan terus melakukan pencarian dan mengumpulkan konten negatif secara otomatis di berbagai platform. Teknologi kecerdasan buatan disematkan ke dalam mesin tersebut untuk meningkatkan kemampuan operasinya dalam mengenali konten negatif.

“Secara aktif mesin ini mencari terus. Mesinnya tanpa ditunggui mencari terus, mengumpulkan. Media sosial juga bisa selama akunnya terbuka, tidak terkunci,” paparnya.

Pihak yang bertanggung jawab untuk memproduksi mesin ini adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI), yang menjadi pemenang lelang pengadaan perangkat tersebut dengan harga koreksi Rp 194 miliar.

Meski begitu, Semuel tetap meminta masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam melaporkan konten-konten negatif yang dijumpai ketika berselancar di internet.

DPI sendiri merupakan teknologi yang diterapkan di router dan bisa difungsikan banyak hal, mulai dari filter dan blokir konten Internet, mendeteksi serangan malware hingga memantau aliran data secara real-time.

Fungi yang disebut terakhir ini yang dikhawatirkan akan terjadi pelanggaran keamanan privasi masyarakat, karena operator dapat memantau aliran data atau pengumpulan data dari masyarakat.

Kabar tersebut langsung dibantahkan oleh Dirjen APlikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan. Dalam jumpa pers Senin (9/10), Semuel menyebut mesin sensor Internet mereka tidak memakai sistem DPI, melainkan memakai sistem crawling.

“Sistem ini bukan sistem yang digosipkan di luar ada DPI. Kita tidak membeli sistem DPI,” kata pria yang akrab disapa Semmy. “Sistem crawling adalah sistem yang tadinya orang secara manual membuka website satu-satu (untuk penanganan konten negatif) sekarang dilakukan otomatis karena ada bot dan AI yang dipasang. Mesin akan crawling, menganalisis konten-konten negatif tersebut.”

Tujuan diadakannya mesin sensor Internet ini adalah untuk menyaring Internet Indonesia dari konten-konten bermuatan negatif, seperti pornografi, terorisme, separatisme, kekerasan terhadap anak, dan konten lainnya yang melanggar undang-undang.

Lelang pengadaan mesin sensor internet ini dibuka pertama kali pada 30 Agustus 2017 lalu. Semuel mengungkapkan ada 72 perusahaan yang mendaftar, namun hanya ada 21 yang mengirim dokumen,  dan diseleksi terus hingga keluar nama PT Inti sebagai pemenang.

Kerja Sama Kominfo dan PSN Membuat Satelit Satria

Kerja Sama Kominfo dan PSN Membuat Satelit Satria – Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) telah menyiapkan satelit multifungsi Satelit Indonesia Raya (Satria) untuk menyebarkan akses internet cepat di Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) punya misi menyebarkan akses koneksi internet ke seluruh wilayah Indonesia. Itu bukan hal mudah mengingat Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas dengan berbagai kepulauan dan beragam bentuk geografis.

Satelit Satria menggunakan teknologi High Troughput Satellite (HTS) yang memiliki kapasitas kecepatan internet hingga 150 Gbps. Satelit ini nantinya dapat membantu pemerintah dalam memeratakan akses internet di hampir 150 ribu titik seluruh Indonesia. slot online

Kerja Sama Kominfo dan PSN Membuat Satelit Satria

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan, satelit Satria ini berbeda dengan satelit yang telah dimiliki oleh Indonesia sebelumnya, seperti yang dioperasikan BRI, Telkom, dan Indosat.

Satelit Satria merupakan satelit yang didesain khusus untuk jaringan internet, bukan untuk fungsi yang lain, seperti broadcasting atau telekomunikasi seluler.

Analogi satelit yang lain seperti misalnya  truk, truk itu dapat mampu untuk mengangkut orang, truk dapat ngangkut barang dan juga dapat ngangkut barang-barang lainnya. Satelit Satria, ini bus yang hanya mengangkut orang dengan kursinya. Ini hanya untuk internet, karena kita sudah memasuki era internet dan kebutuhan internet kita bandwidth kita makin lama makin besar,” ungkapnya dalam acara Penandatanganan KBPU Satelit Multifungsi Satria di Jakarta.

Kerja Sama Kominfo dan PSN Membuat Satelit Satria

Rudiantara juga menjelaskan manfaat dari satelit Satria untuk Indonesia, jika berhasil mengangkasa. Akses internet yang diberikan bisa meningkatkan pelayanan publik, mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, keamanan, hingga pemerintahan daerah. Nantinya, satelit ini akan menghubungkan sekolah, puskesmas, kantor desa, atau kelurahan, di seluruh Indonesia dengan jaringan internet.

1. Sektor pendidikan. Satelit Satria dapat mendukung penyediaan layanan internet cepat di 93.400 titik sekolah SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah, dan Pesantren seluruh Indonesia.

2. Sektor kesehatan. Satelit Satria mampu memberikan akses internet di 3.700 titik puskesmas, rumah sakit, dan layanan kesehatan lainnya, sehingga memudahkan konektivitas layanan kesehatan terutama di daerah 3T.

3. Sektor keamanan. Satelit Satria dapat membantu TNI dan POLRI dalam menfasilitasi layanan internet cepat di 3.900 titik untuk memenuhi kebutuhan administrasi pertahanan dan keamanan.

4. Sektor pemerintah daerah. Untuk mendukung 47.900 titik kantor desa/kelurahan dan kecamatan di Indonesia, satelit Satria akan menghubungkannya secara online dengan internet, sehingga pelayanan pemerintah berbasis elektronik (e-government) bisa efektif.

5. Sektor keuangan. Satelit Satria mendukung percepatan digitalisasi penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi), guna mendorong percepatan realisasi keuangan inklusif di seluruh Indonesia.

Diharapkan satelit Satria bisa mengorbit pada tahun 2023 dan mulai dibangun pada akhir 2019. Manufaktur satelit asal Prancis, Thales Alenia Space, dipercaya merakit satelit Satria yang diperkirakan meluncur dengan roket Ariane 5 Upper/6.2 atau Falcon 9-5500.

Kominfo mengandeng konsorsium PSN sebagai pelaksana satelit Satria. Konsorium PSN adalah pemenang tender lelang satelit Satria dan telah membentuk PT Satelit Nusantara Tiga yang terdiri empat perusahaan: PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera.

Tak cukup hanya mengandalkan Palapa Ring, Kominfo lantas mencoba membangun satelit multifungsi Satria (Satelit Indonesia Raya). Satelit ini disebut mampu menghadirkan internet berkecepatan tinggi untuk daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan, satelit Satria yang akan dibangun mulai akhir 2019 ini diklaim menjadi satelit dengan kapasitas terbesar di Asia.

“Satelit ini merupakan yang pertama terbesar di Asia, untuk kelas di atas 100 GB di dunia sekitar nomor lima dari sisi kapasitas,” katanya dalam acara Penandatanganan KBPU Satelit Multifungsi Satria di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Chief RA ini sempat mengenang masa kejayaan Indonesia dalam mengembangkan teknologi satelit. Menurutnya, Indonesia pernah menjadi negara nomor tiga satelit milik sendiri.

“Tahun 70-an kita jadi negara nomor tiga di dunia mempunyai satelit sendiri, tapi setelah itu kita tenggelam. Kita bukan mau bersombong-sombongan satelit, tapi dari sisi kebutuhan ini akan meningkatkan posisi Indonesia bahwa kita negara yang dilandasi infrastruktrur komunikasi, terutama internet satelit,” tambahnya.

Satelit Satria merupakan satelit berjenis High Troughput Satellite (HTS) yang memiliki kapasitas 150 Gbps. Satelit ini nantinya akan membantu pemerintah dalam memeratakan akses internet di hampir 150 ribu titik di seluruh Indonesia.

Perusahaan asal Prancis, Thales Alenia Space, akan dilibatkan untuk merakit satelit Satria. Sementara peluncurannya bakal memanfaatkan roket Ariane 5 Upper/6.2 atau Falcon 9-5500.

Akses internet tersebut akan difokuskan ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang tidak terjangkau jaringan Palapa Ring. Manfaat internet akan digunakan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan membantu keamanan di daerah 3T.

Untuk pelaksanaanya, Kominfo mengandeng konsorsium PSN (PT Pasifik Satelit Nusantara) karena sebagai pemenang tender lelang satelit Satria yang mengalahkan konsorsium Grup Djarum. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan penandatangan kerja sama dengan konsorsium PSN (PT. Pasifik Satelit Nusantara) untuk memuluskan pembangunan satelit multifungsi Satria (Satelit Indonesia Raya). Penandatangan dilakukan di Museum Nasional, Jakarta

Keduanya melakukan kemitraan dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk membantu pendanaan pembangunan satelit Satria, mulai dari tahap pembuatan, pengoperasian, hingga pemeliharaan selama 15 tahun. Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 21,4 triliun.

Konsorium PSN telah membentuk Badan Usaha Pelaksana (BUP), PT Satelit Nusantara Tiga, yang terdiri empat perusahaan: PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera.

Kemitraan ini akan membantu pendanaan pembangunan satelit Satria, mulai dari tahap pembuatan, pengoperasian, hingga pemeliharaan selama 15 tahun. Skema yang dipilih oleh Kominfo adalah Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Skema KPBU dilakukan oleh Kominfo dengan konsorsium PSN sebagai pemenang tender lelang satelit Satria yang mengalahkan konsorsium Grup Djarum. Selain Kominfo dan konsorsium PSN, ada juga penandatanganan perjanjian penjaminan proyek yang dilakukan PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia) dengan PT Satelit Nusantara Tiga (konsosium PSN) sebagai Badan Usaha Pelaksana dan Perjanjian Regres proyek dengan Kominfo sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK). Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. “Kerja sama ini sangat menguntungkan pemerintah. Bisa lebih cepat membangun dan disebut KBPU ini karena tidak membebani APBN secara langsung. Ini untuk semua sampai 15 tahun,” katanya dalam acara Penandatanganan KBPU Satelit Multifungsi Satria di Jakarta,

Anggaran yang dibutuhkan untuk pembuatan sampai pemeliharaan satelit Satria bisa mencapai Rp 21,4 triliun dengan masa beroperasi mencapai maksimal 15 tahun. Untuk peluncurannya sendiri diperkirakan dilakukan pada akhir tahun 2022 dan beroperasi pada 2023.

“Perkiraan nanti, 1 April kita akan mengumumkan pemenang konsorsium untuk satelit Satria. Saat ini tinggal dua perusahaan dalam negeri ya, Konsorsium Iforte dan PSN,” ungkap Rudiantara.

Kebebasan Internet di Indonesia Menurun

Kebebasan Internet di Indonesia Menurun – Riset terbaru Freedom House mengkategorikan Indonesia sebagai negara yang “bebas sebagian” dalam kebebasan berinternet. Indonesia mendapat skor 51/100, turun tiga poin dari tahun sebelumnya. Adapun skor yang diberikan oleh Freedom House dalam skala 100 hingga 0, dengan skor 100 mewakili kondisi paling bebas, atau dibagi menjadi 3 yakni 100-70 (bebas), 69-40 (bebas sebagian) dan 39-0 (tidak bebas).

Penelitian tersebut dibagi dalam tiga aspek yaitu hambatan untuk mengakses dengan nilai 14/25, aspek pembatasan konten 19/35 dan aspek pelanggaran hak pengguna mendapat nilai 18/40. idn slot online

Dilansir dari VOA Indonesia, Jumat (08/01/2020), penyebab penurunan kebebasan Internet Indonesia antara lain adanya pembatasan akses ke media sosial, manipulasi konten untuk kepentingan politik pada pemilu April 2019, dan kematian jurnalis Muhammad Yusuf pada 2018 dalam tahanan polisi.

Kebebasan Internet di Indonesia Menurun

Dalam persiapan Pilpres lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mempekerjakan 70 staf untuk memantau medsos secara real time dan mengancam akan menuntut mereka yang melanggar hukum. Kemkominfo juga melaporkan telah memblokir 961.456 situs web yang berisi ‘konten negatif’.

Lembaga yang memperjuangkan hak-hak digital di Asia Tenggara, Safenet memperkirakan kondisi kebebasan Internet di Indonesia akan terus memburuk pada tahun depan. Koordinator Regional Safenet Damar Juniarto mengatakan, perkiraan tersebut mengacu kepada menteri Kominfo yang baru, yang akan melanjutkan kebijakan pembatasan Internet saat kondisi ‘kacau’.

Ditambah lagi, kata Damar, pembatasan Internet juga tidak hanya pasca-Pilpres pada April lalu. Namun pemerintah juga beberapa kali memblokir akses Internet seluler di Papua dan Papua Barat seiring dengan aksi yang meluas di sana pada September lalu.

Damar menambahkan kondisi ini menandakan masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat sipil untuk memastikan kebebasan Internet dapat terpenuhi pada masa mendatang. Khususnya memastikan pembatasan Internet dan manipulasi konten untuk kepentingan politik, serta pelanggaran hak pengguna terulang kembali.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel A. Pangarepan mengatakan pembatasan fitur media sosial pasca-Piplpres lalu dilakukan untuk menjaga kestabilan keamanan menyusul demo-demo di Jakarta pada Mei lalu. Kata dia, kebijakan tersebut juga diumumkan secara terbuka ke masyarakat.

“Kenapa kita tutup, karena yang beredar di medsos tidak punya kaidah jurnalistik. Mereka memang benar-benar ingin menyebarkan hoaks. Tapi kita tidak menutup bagi media, saat kejadian semua televisi memberitakan dan seluruh Indonesia melihat,” jelas Semuel ke VOA, Kamis (08/01).

Semuel Pangarepan mengatakan kebijakan pembatasan fitur media sosial dan pemblokiran Internet sudah sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Kata dia, pemerintah juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan kebijakan serupa dalam situasi yang rusuh atau kacau.

Kebebasan Internet di Indonesia Menurun

Namun demikian, Semuel membantah jika pemerintah memblokir platform yang melayani komunitas LGBT dan Netflix. Menurutnya, pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah hanya terjadi jika ditemukan pornografi dalam platform tersebut.

Di samping itu, Semuel menjelaskan pemerintah juga melakukan gerakan-gerakan literasi di berbagai daerah untuk memerangi penyebaran hoaks. Kemen Kominfo juga akan membuat peraturan menteri yang akan mengatur penyedia platform agar lebih bertanggung jawab terhadap konten yang beredar. Menurut Semuel, peraturan menteri tersebut ditargetkan akan keluar pada tahun ini.

Runtuhnya pemerintahan otoriter era Orde Baru pada tahun 1998 memunculkan harapan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang demokratis. Meski demikian, studi terbaru justru menunjukkan bahwa kebebasan internet di Indonesia, sebagai salah satu aspek demokrasi, sedang menurun.

Riset terbaru yang dilakukan Freedom House, lembaga penelitian yang berfokus kepada hak politik dan kebebasan sipil, menunjukkan bahwa kebebasan internet di Indonesia turun 3 poin dari tahun-ke-tahun ke angka 51/100. Sebelumnya, pada tahun 2018, riset bertajuk Freedom on The Net ini menilai kebebasan internet Indonesia berada di angka 54/100.

Dengan nilai tersebut, Freedom House mengkategorikan Indonesia sebagai negara yang ‘sebagian bebas’ dalam berinternet. Sebagai catatan, setiap negara yang dinilai Freedom House akan dimasukkan ke dalam skala 100 hingga 0, dengan skor 100 mewakili kondisi yang paling bebas.

Freedom House memberikan contoh beberapa kasus kunci sejak 1 Juni 2018 hingga 31 Mei 2019 yang membuat kebebasan internet di Indonesia menurun. Pada aspek hambatan akses internet, misalnya, mereka memberi nilai 14/25.

Pada aspek hambatan akses, kasus kunci yang mereka soroti adalah pembatasan media sosial dan platform komunikasi pada Mei 2019. Pada waktu itu, pemerintah membatasi akses internet selama dua hari dengan alasan untuk membatasi penyebaran disinformasi pasca pemilihan presiden.

Selain hambatan akses, Freedom House juga menilai aspek pembatasan konten. Untuk aspek ini, mereka hanya memberi nilai 19/35.

Freedom House menganggap bahwa disinformasi di Indonesia merupakan kasus yang serius, seiring dengan manipulasi buzzer bayaran politikus untuk menyebarkan propaganda politik mereka. Selain itu, mereka juga menggarisbawahi pemblokiran ratusan ribu situs web yang diblokir oleh pemerintah yang dianggap sebagai “konten negatif”.

Adapun pada aspek ketiga, yakni pelanggaran hak pengguna, Freedom House memberikan nilai rendah dengan skor 18/40. Nilai kecil tersebut didasari oleh beberapa kasus kunci yang disoroti Freedom House, mulai dari pengawasan pemerintah hingga kematian jurnalis.

Pada Oktober 2018, misalnya, pemerintah menciptakan ‘war room’ yang berisikan 70 pegawai untuk memonitor media sosial secara real time. Selain mengawasi, pemerintah juga mengancam akan menuntut mereka yang dianggap menyebarkan hoaks.

Freedom House juga mencontohkan pelanggaran hak pengguna internet dengan kasus kematian Muhammad Yusuf, seorang jurnalis media online ‘Kemajuan Rakyat’, yang meninggal dalam tahanan ketika menunggu proses persidangan. Kematiannya ini dikaitkan dengan berita yang dia buat tentang sengketa tanah antara petani dengan perusahaan kelapa sawit pada Juli 2018.

Hasil riset ini pertama kali diketahui dari utas yang dibuat oleh Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENet), Damar Juniarto, di Twitter. kumparan sudah meminta tanggapan Kominfo terkait penelitian ini, namun belum ada tanggapan.

Riset bertajuk “Freedom on the Net 2019” dari lembaga tersebut menunjukkan bahwa skor kebebasan internet Indonesia berada pada angka 51 dari skala 0 hingga 100. Angka ini sedikit menurun dari angka 54 di tahun sebelumnya.

Skor tersebut mengkategorikan Indonesia sebagai negara yang ‘sebagian bebas’ dalam berinternet.

Evaluasi dari riset ini dilakukan dari Juni 2018 hingga Mei 2019. Freedom House mengungkapkan bahwa meskipun penggunaan internet terus meningkat, masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai kendala untuk berselancar di internet.

Riset ini menyalahkan sikap ‘pembatasan media sosial berselang’ yang dilakukan oleh pemerintah.

Pembatasan tersebut diberlakukan setelah polarisasi pemilihan presiden pada bulan April lalu antara Presiden Joko Widodo “Jokowi” dengan kandidat lawan yaitu Prabowo Subianto. Pendukung Prabowo menuduh kemenangan Jokowi sebagai hasil penipuan pemilu.

Pemerintah membatasi akses ke berbagai platform media sosial serta aplikasi pengirim pesan online dari tanggal 22 sampai 24 Mei, selama aksi demo pasca pemilihan presiden.

Menrut riset, aksi demo yang berlangsung rusuh tersebut digunakan sebagai “pembenaran oleh pihak berwenang untuk membatasi media sosial serta platform komunikasi.”

Ada pula dugaan pembatasan internet yang dilakukan pada bulan Agustus lalu ketika pemerintah memberlakukan pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat dengan mengutip kekhawatiran keamanan atas “aksi demo anti-diskriminasi dan pro-kemerdekaan.”

“Manipulasi yang terkoordinasi atas konten online oleh pemerintah, pihak pendukung, dan aktor politik lainnya telah mendistorsi lanskap penyebaran informasi…… para aktor politik mengeksploitasi perpecahan yang ada dan mendeligitimasi proses pemilihan demi mendapatkan keuntungan politik,” menurut riset dari Freedom House.

Menurut riset tersebut, kedua kubu kandidat presiden dilaporkan menyewa ahli strategi kampanye online dan memobilisasi komentator bayaran yang dikenal sebagai “buzzer” serta akun otomatis untuk menyebarkan propaganda politik menjelang pemilihan presiden.

Riset ini juga menyebutkan sejumlah jurnalis yang telah menjadi sasaran doxing serta bentuk kekerasan lainnya setelah mempulikasikan konten online.

Salah satu contoh yang digunakan adalah seorang jurnalis detik.com yang menjadi korban setelah ia mengutip seorang tokoh terkemuka yang mendesak masyarakat untuk tidak memilih Presiden Jokowi dalam laporannya.

“Doxing” mengacu pada tindakan penyebarluasan informasi pribadi orang lain atau melacak informasi pribadi seseorang di internet, yang biasanya dilakukan dengan niat yang tidak terpuji.

Riset ini juga melaporkan bahwa kelompok minoritas di Indonesia – komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT – terus menjadi sasaran sensor dan pembatasan online oleh pihak berwenang.

Contohnya, Google terpaksa menghapus 73 aplikasi yang memiliki tema LGBT dari toko online-nya atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia.

Smartfren Siap Uji Jaringan 5G di Indonesia


Smartfren Siap Uji Jaringan 5G di Indonesia – Meski di Indonesia penerapannya masih terbilang jauh, tapi sejumlah operator seluler Tanah Air mulai melakukan uji coba teknologi untuk mendukung 5G, salah satunya Smartfren. Smartfren menjadi salah satu operator telekomunikasi yang siap menyambut datangnya era internet mobile 5G. Bahkan, operator mengaku siap menguji jaringan telekomunikasi masa depan itu khusus costumer experience. Smartfren telah bersiap untuk menyambut kehadiran jaringan generasi selanjutnya 5G yang telah di depan mata. Perusahaan telekomunikasi tersebut melakukan simulasi dari penerapan teknologi 5G di Surabaya, Jawa Timur.

Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, mengatakan bahwa consumer experience 5G itu akan dibuka di Galeri Smartfren di Sabang, Jakarta Pusat. Di sana, seluruh pengunjung bisa menjajal teknologi 5G dan memahami pemanfaatannya. slot indonesia

Smartfren Siap Uji Jaringan 5G di Indonesia

Keseriusan Smartfren dalam menyambut datangnya jaringan 5G terlihat dari berbagai persiapan yang mereka lakukan. Salah satunya pemasangan small cell di sejumlah daerah di Jawa Timur.

Djoko mengatakan, pengunjung bisa mencicipi teknologi 5G milik Smartfren itu mulai Januari 2020. Kecepatan jaringan 5G Smartfren diklaim bisa mencapai 1,6 terabyte per detik (Tbps).

“Kalau ke sana mau coba silakan. Canggihnya bagaimana, sih? Kan, nanti bisa sampai 1,6 Tbps kecepatannya. Speed-nya tinggi banget. Nanti ada HP yang bisa dicoba dan aplikasi-aplikasi apa saja yang bisa digunakan supaya dapat experience yang beda gitu,” ujar Djoko di sela acara Maximize Your iPhone 11 with Smartfren eSIM di Jakarta, Senin (9/12).

Djoko menekankan bahwa teknologi 5G hingga saat ini masih sebatas uji coba internal saja, dan belum bisa dikomersialkan karena masih terhalang aturan dari pemerintah. Pemerintah sendiri hingga saat ini masih belum menetapkan aturan yang jelas untuk teknologi 5G.

Smartfren Siap Uji Jaringan 5G di Indonesia

Ia juga enggan menyebut pengujian 5G ini akan dilakukan di pita frekuensi berapa.

“Tapi itu buat tes sendiri aja, belum bisa di komersilkan. Hanya di sekitar Sabang di galeri kami. Lagi pula pemerintah belum menentukan frekuensi mana dan alokasinya berapa. Itu yang belum ditetapkan,” tegas Djoko.

Sebelumnya, Smartfren sudah pernah pernah melakukan uji coba 5G pertamanya dengan perusahaan telekomunikasi asal China, ZTE, pada awal 2019. Perusahaan juga pernah melakukan uji coba 5G untuk industri di Marunda Refinery PT Smart, Bekasi, pada Agustus lalu.

Tujuan Smartfren melakukan uji coba ini adalah untuk mendukung serta menunjukkan kesiapan dari sisi teknologi demi menyambut industri 4.0.

Dalam uji coba itu, Smartfren menerapkan satu sistem dan juga infrastruktur yang mengambil salah satu prinsip dari teknologi 5G, yaitu kepadatan jumlah penerima dan juga pemancar.

Menurut Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project Smartfren, salah satu contoh penerapan infrastruktur dan juga teknologi baru yang diterapkan Smartfren adalah dengan meletakkan antena lebih dekat ke tanah dengan menggunakan BTS (Base Transceiver Station) mini atau Small Cell, untuk mentransmisikan apa yang disebut sebagai “gelombang milimeter”, dan juga menambah jumlah pemancar serta penerima yang lebih besar.

“Ini akan memungkinkan kepadatan penggunaan yang lebih tinggi, salah satu prinsip teknologi 5G inilah yang sudah kami exercise dan terapkan sekarang. Memang saat ini prinsip teknologi ini kami gunakan untuk mengurai kepadatan dan juga mengoptimalkan layanan kepada para pelanggan,” ujar Munir, dalam acara Smartfren Media Experience di Surabaya, Kamis (24/10).

Selain teknologi dan juga prinsip di atas, sejak 2017 lalu, Smartfren juga telah menerapkan beberapa teknologi yang menjadi salah satu pendukung dari penerapan teknologi 5G, seperti Massive MIMO Base Stations dan Multi-Antenna Space Division Multiple Access (SDMA).

Menurut Munir, saat ini teknologi 5G sendiri diprediksi akan dimanfaatkan terutama untuk kepentingan industri, dan belum menjadi suatu teknologi yang akan menggantikan konektivitas 4G.

Sementara untuk kebutuhan end-user yang memakai handset atau perangkat mobile, masih akan menggunakan 4G. Dengan kata lain, 5G nantinya masih akan fokus pada pasar tertentu. Terlebih, perangkat mobile yang mendukung 5G saat ini masih terbatas.

“5G nantinya bukan hanya sebagai suksesor 4G, kenapa demikian? Karena 5G punya spesifikasi tersendiri untuk pasar yang sangat fokus, seperti industri, mobil, entertainment, yang membutuhkan kapasitas bandwidth yang besar, jadi jangan terpikir 5G akan menggantikan 4G, tapi pelengkap, akan berbarengan,” ujarnya.

VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, mengaku telah memasang sedikitnya 306 small cell yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.

“Untuk Jawa Timur, kita alokasikan 306 small cell. Khusus di Surabaya ini paling banyak, bisa kita lihat jumlahnya mencapai 273. Daerah lainnya ada di Bojonegoro 4, Gresik 14, dan Sidoarjo 15,” ujar Munir, saat memaparkan presentasinya dalam acara Smartfren Media Experience, di Hotel Plataran Bromo, Jawa Timur, Kamis (24/10).

Munir mengaku, ada banyak keuntungan dari BTS (Base Transceiver Station) small cell ketimbang memakai macro BTS. Salah satunya adalah selain mengurangi risiko terjadinya blank spot, small cell juga dilengkapi dengan baterai cadangan.

“Keunggulan small cell ini adalah simpel. Small cell ini dilengkapi dengan baterai sebagai backup, jadi kalau mati lampu ini masih bisa nyala. Baterai ini bisa bertahan 6 sampai 8 jam,” ujar Munir.

Small cell sendiri merupakan BTS dalam bentuk mini yang dipergunakan untuk menaungi area geografis yang lebih kecil. Small cell menjadi salah satu syarat untuk membangun 5G, yang berguna untuk mentransmisikan apa yang disebut sebagai “gelombang milimeter”. Satu BTS small cell mampu memancarkan jaringan 1 hingga 2 kilometer, lebih kecil ketimbang macro BTS. Kendati begitu, dengan menggunakan small cell, menurut Munir, kecepatan data yang didapat jauh lebih optimal.

“Kenapa kita set 1 kilometer? Logikanya begini saja, jika kami set BTS ini 3 km, maka orang yang akan memakai BTS otomatis akan sangat banyak. Tapi, kalau kita set BTS ini 1 km, maka orang yang akan memakainya lebih sedikit. Maka kecepatannya juga akan lebih bagus. Orang pada saat menggunakan 5G tidak ingin quality-nya rendah,” papar Munir.

Meski Smartfren telah mempersiapkan hampir seluruh teknologi yang dibutuhkan untuk membangun 5G, seperti carrier aggregation, small cell, MiMo, QAM, beam forming, dan full deplex, namun hingga saat ini pemanfaatannya masih dipergunakan untuk 4G. Smartfren masih menunggu pita frekuensi millimeter wave 26 GHz-28 GHz yang tengah digodok oleh pemerintah untuk 5G.

Nantinya, Smartfren berencana akan melakukan konfigurasi ulang software di masing-masing small cell ketika jaringan 5G telah siap diterapkan di Indonesia.

Saat ditanya berapa jumlah small cell yang telah terpasang di Indonesia, Munir tidak merinci, dia hanya menjawab ada ribuan small cell yang telah tersebar di pulau Sumatra dan Jawa. Ke depannya, Smartfren berencana akan memasang small cell di calon ibu kota Indonesia di Kalimantan. 

Layanan Internet Dan Telekomunikasi Di Ibukota Baru Oleh Telkomsel

Layanan Internet Dan Telekomunikasi Di Ibukota Baru Oleh Telkomsel – Perpindahan ibu kota memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan perencanaan yang akurat dan matang, termasuk dalam membangun infrastruktur. Salah satu infrastruktur yang terpenting adalah telekomunikasi. Menanggapi rencana perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan, Telkomsel, sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, melakukan berbagai upaya untuk mendukung rencana tersebut. Salah satunya dengan memperkuat infrastruktur jaringan di Kalimantan.

Operator seluler Telkomsel telah menjadi bagian untuk meningkatkan jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur yang merupakan salah satu calon terkuat ibu kota baru Indonesia. idn slot

Layanan Internet Dan Telekomunikasi Di Ibukota Baru Oleh Telkomsel

Untuk di Pulau Kalimantan sendiri, Telkomsel sudah mengadakan lebih dari 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS), dengan sekitar 11.700 di antaranya adalah BTS broadband yang telah sukses menjangkau lebih dari 90 persen populasi Pulau Kalimantan. Telkomsel juga telah siap melayani kebutuhan pelanggan, dengan adanya 62 gerai Grapari yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

Pada saat ini Telkomsel telah menerapkan teknologinya broadband versi terbarunya yaitu 4,9G Massive MIMO dengan melalui 4 unit BTS nya yang berada tersebar di Banjarmasin yang berada di Kalimantan Selatan dan Balikpapan (Kalimantan Timur), dan. Teknologi 4,9G Massive Mimo akan menyediakan kapasitas jaringan yang lebih besar dan memberikan kualitas layanan yang lebih baik dari sebelumnya.

Telkomsel bakal mempercepat pembangunan ekosistem digital di Kalimantan Timur, terutama di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Kedua wilayah ini sendiri disebut Presiden Joko Widodo sebagai calon ibu kota baru Indonesia. Karena Telkomsel merupakan jaringan terdepan yang tersebar di seluruh pulau, Telkomsel akan terus melanjutkan pembangunan teknologi digital di Kalimantan, sehingga siap mengadopsi ekosistem teknologi digital yang lengkap dan berkelanjutan. Segala upaya yang akan dilakukan dengan bertujuan senantiasa menjaga kedaulatan bangsa Indonesia agar dapat terus mengakselerasi pembangunan negeri yang berkesinambungan.

Layanan Internet Dan Telekomunikasi Di Ibukota Baru Oleh Telkomsel

Khusus di provinsi Kalimantan Timur, jika benar menjadi ibu kota baru Indonesia, Telkomsel juga telah menyiapkan berbagai layanan telekomunikasi yang berkualitas dengan dukungan 5.500 menara BTS, dengan sekitar 3.800 unit merupakan BTS broadband, serta pusat pelayanan pelanggan Grapari di 18 titik.

Operator telekomunikasi itu siap mematangkan infrastruktur jaringan demi dapat menghadirkan layanan data secara maksimal di kedua kabupaten tersebut. Saat ini, Telkomsel sudah menggelar lebih dari 1.140 menara base transceiver station (BTS), dengan 67 persen di antaranya BTS broadband 3G atau 4G di Kutai Kartanegara, dan lebih dari 220 BTS yang 68 persen di antaranya BTS broadband 3G atau 4G di Penajam Paser Utara.

“Telkomsel senantiasa berupaya mendorong pertumbuhan ekosistem digital di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara serta Kalimantan Timur secara keseluruhan,” kata Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini.

Dengan memiliki bekal infrastruktur jaringan yang paling terdepan dan sudah tersebar di seluruh pulau, Telkomsel terus mengembangkan pembangunan teknologi digital di Kalimantan sehingga siap mengadopsi ekosistem teknologi digital yang lengkap dan berkelanjutan.

Sudah menjadi tugas Telkomsel memberikan layanan terbaik ke seluruh masyarakat, yang meliputi akses terhadap jaringan telekomunikasi dan internet berkualitas serta menghadirkan solusi berdampak sosial positif dalam mengatasi tantangan sosial dan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Jaringan internet mobile 4G milik Telkomsel sudah menjangkau 91 persen populasi Kutai Kartanegara dan 93 persen penduduk Penajam Paser Utara. Operator juga membawa teknologi 4.9G melalui BTS 4.9G Massive MiMo di Balikpapan, Kalimantan Timur, sejak 2018.

Khusus di provinsi Kalimantan Timur, Telkomsel juga telah menyiapkan berbagai layanan telekomunikasi yang berkualitas dengan dukungan 5.500 menara BTS, dengan sekitar 3.800 unit merupakan BTS broadband, serta pusat pelayanan pelanggan Grapari di 18 titik.

Tersedianya jaringan Telkomsel di sana juga turut mendorong penetrasi pelanggan yang menggunakan smartphone dengan total 70 persen di wilayah Kutai Kartanegara dan sebanyak 66 persen di Penajam Paser Utara. Operator juga mendukung kedua wilayah tersebut dengan kehadiran Grapari, 4 gerai di Kutai Kartanegara dan 1 gerai di Penajam Paser Utara, untuk pelayanan pengguna Telkmosel.

Ekosistem Digital di Kalimantan Timur

Sejumlah program dengan pemanfaatan teknologi juga disiapkan Telkomsel untuk memberikan dampak sosial positif bagi penduduk di sana. Salah satunya literasi digital melalui program Internet Baik.

Selain itu, ada juga program pengembangan talenta, misal, The NextDev dan Youth Digital. The NextDev merupakan ajang pencarian startup lokal yang inovatif, sementara Youth Digital adalah kelas edukasi berbasis teknologi untuk siswa SMA atau SMK.

Telkomsel dan pemerintah daerah setempat juga terus berupaya mewujudkan smart city di Kalimantan Timur. Hasil kolaborasinya sudah terlihat dengan hadirnya layanan Samsat keliling, kasir online di berbagai tempat belanja, aplikasi pengelolaan pajak, hingga aplikasi parkir pintar.

Lebih lanjut, Telkomsel disebut Emma akan tetap mengoptimalkan jaringan infrastruktur telekomunikasi di wilayah perbatasan Pulau Kalimantan untuk mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jaringan telekomunikasi Telkomsel telah hadir di daerah perbatasan Pulau Kalimantan yaitu di Pulau Sebatik dan Nunukan. Di Nunukan, Telkomsel telah menggelar 187 unit BTS, dengan 127 unit di antaranya adalah BTS broadband. Sedangkan di Pulau Sebatik, Telkomsel telah menggelar 78 unit BTS, yang 59 unit di antaranya adalah BTS broadband.

Kemudian di provinsi Kalimantan Tengah, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.300 unit, di mana sekitar 2.000 unit merupakan BTS broadband. Sedangkan untuk provinsi Kalimantan Barat, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.800 unit, dengan 2.400 unit di antaranya merupakan BTS broadband.

Telkomsel juga telah menerapkan teknologi broadband terbaru yaitu yaitu 4,9G Massive MIMO melalui 4 unit BTS yang tersebar di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Tarakan (Kalimantan Utara). Teknologi 4,9G Massive Mimo akan memberikan kapasitas jaringan yang lebih besar dan memberikan kualitas layanan yang lebih baik.

Persiapan Telkomsel dalam menyiapkan insfrastruktur tidak hanya sekedar membuka akses komunikasi, namun juga dapat mengakselerasi terbentuknya sebuah ekosistem gaya hidup dalam digital penduduk yang berada di Kalimantan Timur dan sekitarnya. Dalam hal ini Telkomsel sangat siap untuk mendukung dan memberikan topangan pengganti ibukota Jakarta yang satu ini dengan 56 kota dan kabupaten lainnya untuk seluruh provinsi Kalimantan degan infrastruktur jaringan dan layanan.

“Ibu kota negara merupakan salah satu simbol negara yang terpenting. Dengan berpindahnya ke Kalimantan untuk menjadi ibu kota Indonesia dimana untuk geografis adalah daerah perbatasan NKRI, menjadi operator seluler, Telkomsel juga akan terus bekerja sama dengan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan, kedaulatan, dan juga demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berupaya memberikan layanan telekomunikasi pada seluruh daerah perbatasan yang berada di Kalimantan.

Hal ini dilakukan seluruhnya untuk akselerasi kepada tanah air kita,’ kata Emma

Kominfo: Mendukung Rencana Google Bangun Cloud Region

Kominfo: Mendukung Rencana Google Bangun Cloud Region – Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, mendesak raksasa teknologi Google untuk dapat segera membangun data center yang letaknya di Indonesia. Diketahui, bahwa platform mesin pencari itu memiliki layanan penyimpanan komputasi awan yang dikenal dengan nama Google Cloud.

Permintaan Johnny untuk pembangunan data center di Indonesia sendiri ialah untuk menjamin keamanan data pengguna Google di Indonesia dan memiliki kendali yang besar untuk mengelola data masyarakat. Dengan begitu, kemungkinan kebocoran atau penyaalahgunaan data bisa dihindari atau lebih mudah ditanggulangi. slot online indonesia

Kominfo: Mendukung Rencana Google Bangun Cloud Region

“Saya berharap dengan kerja sama dengan Google, saya minta ke Google, saya minta siapkan data center within territorial Indonesia,” ujar Johnny di sela acara Googe for Indonesia di Jakarta.

“Khusus Indonesia yang besar, pastikan data center yang terintegrasi. Kami bicara ke negara sahabat, untuk pastikan kedaulatan data bermanfaat bagi masyarakat dan kemaslahatan umat, tidak hanya orang Indonesia tapi juga secara global,” lanjutnya.

Selain memberikan jaminan keamanan data, pengadaan data center di Indonesia juga akan mempersingkat latensi sehingga kecepatan download dan upload juga akan semakin cepat.

Google Berencana Bangun Cloud Region Jakarta 2020

Permintaan Menkominfo ini langsung disanggupi Google. Perusahaan bahkan sudah mengungkap rencana pembangunan data center di Indonesia dalam konferensi Google Cloud NEXT’19 pada April 2019 lalu.

Jason Tedjasukmana, Head Corporate Communication Google Indonesia mengatakan, bahwa Google akan meluncurkan data center Cloud Region di Jakarta pada semester pertama 2020. Langkah itu juga sekaligus untuk mengabulkan permintaan para kliennya di Indonesia.

Kominfo: Mendukung Rencana Google Bangun Cloud Region

“Itu yang sudah diminta sama nasabah-nasabah Google Cloud yang ada di sini. Karena cloud lebih tepat latensinya,” ujar Jason. “Kami akan hadirkan Cloud Region tahun depan, itu tanggalnya enggak tahu.”

Hingga saat ini, Google Cloud sudah memiliki banyak konsumen dari perusahaan besar di Indonesia. Beberapa di antaranya ialah Gojek, Bank BRI, Alfamart, hingga Tokopedia.

Google sendiri sudah mendirikan infrastruktur daata center Google Cloud di 20 regional. Selain Jakarta, Google juga akan mendirikan Cloud Region di Seoul (Korea Selatan), Las Vegas, dan Salt Lake City (AS).

Pemerintah Indonesia berencana akan membangun data center sendiri yang akan dikelola secara mandiri. Pusat data ini bakal digunakan untuk menyimpan dan mengelola data pemerintah yang masuk ke dalam klasifikasi data elektronik strategis dalam revisi Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PP PSTE) No. 71 tahun 2019.

Dalam revisi PP PSTE tersebut ada tiga klasifikasi data elektronik: strategis, tinggi, dan rendah. Data elektronik strategis dan tinggi diwajibkan untuk menyimpan dan mengelola datanya di dalam negeri. Sedangkan, dua kategori lainnya bisa berada di luar negeri, jika memenuhi syarat dengan tetap berada di bawah pengawasan dan penegakan hukum.

Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, alasan pemerintah membangun data center sendiri di dalam negeri adalah untuk menjamin kerahasiaan negara. Ia mengungkapkan, ada beberapa instansi yang masih menggunakan data center di luar negeri. Untuk saat ini hal tersebut masih dikecualikan.

“BMKG karena dia pake satelit dan pake peneliti, dia taruhnya di tempatnya Google. Kami ingin proses ke BMKG harus ada di Indonesia. Boleh taruh di cloud, tapi cloud-nya harus ada di Indonesia,” tuturnya dalam sebuah diskusi di Jakarta.

“Karena memang kalau layanan itu tidak ada, untuk saat ini ya tidak apa-apa. Karena fungsinya vital, kalau gempa itu tinggi sekali pernah sampai sistem mereka itu down.”

Rencananya data center milik pemerintah akan selesai pada tahun 2022. Semuel tidak mengungkapkan lebih jelas secara spesifik soal data center ini, seperti lokasi, nilai investasi, dan kapasitas yang akan tersedia.

“Cloud itu pemerintah sedang membangun, kita akan membangun, kita akan bangun data center, yang akan selesai di tahun 2022. Dananya berapa itu ada di Bappenas. Tapi sekarang pemanfaatannya saya mau organisir dan melihat kebutuhannya,” ungkapnya.

Pemerintah akhirnya merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang PP PSTE dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No 71 Tahun 2019 pada 10 Oktober lalu. Dalam aturan itu, setiap penyelenggaraan sistem transaksi elektronik, baik swasta maupun pemerintah, akan diminta mendaftarkan layanannya untuk menentukan spesifikasi data elektronik yang digunakan.

“Indonesia adalah kekuatan digital dan negara yang penting untuk Google Cloud di Asia Tenggara. Sambil bersiap untuk peluncuran Region Cloud Jakarta yang sangat ditunggu-tunggu pada paruh pertama tahun 2020, kami terus berada di depan dengan beragam penawaran dan kemitraan lokal untuk mendorong penggunaan cloud dan mempercepat Indonesia 4.0,” kata Tim Synan, direktur wilayah Asia Tenggara Google Cloud, dalam pernyataan resmi.

Dengan dibukanya data center region baru ini, pelanggan Google Cloud Platform (GCP) di Indonesia akan diuntungkan dengan tingkat latency rendah dan kinerja yang tinggi dalam penggunaan serta data berbasis cloud.

Menteri Kominfo Rudiantara menyambut baik dengan hadirnya data center atau Google Cloud Region yang akan diluncurkan pada semester pertama tahun 2020. Hal ini akan membuat nilai ekonomi digital Indonesia akan bertambah.

“Google Cloud akan membangun data center-nya di Indonesia. Saat ini mereka masih pakai data center di luar. Akan ada data center yang world class di Indonesia. Dampaknya apa akan bisa membantu akselarasi ekonomi Indonesia, akan banyak startup yang bisa memanfaatkan infrastruktur ini,” jelasnya saat ditemui di acara peluncuran platform Simonas di Kantor Kominfo, Jakarta.

Rudiantara sempat menyinggung masalah susahnya membangun data center di Indonesia. Salah satu faktor yang menjadi hambatan adalah pasokan listrik.

“Kita juga punya permasalahan sebetulnya. Kalau data center tier 4 itu ada klasifikasi khusus, ada dua pemasok listrik perusahaan yang berbeda. Di kita yang ada PLN. Cikarang bisa itu, ada Cikarang Listrindo. Jadi Cikarang bisa untuk tier 4. Kenapa tier 4? Karena banyak perusahaan multinasional di sini mereka mau yang tier 4,” terangnya.

Ke depan, Kominfo dan Google akan bekerja sama untuk mensinergikan strategi khusus untuk meningkatkan ekonomi digital dengan hadirnya Region Cloud Jakarta tahun 2020.

Region Cloud terdiri dari beberapa zona ketersediaan, yang dirancang untuk ketersediaan tinggi guna melindungi dari terjadinya gangguan layanan. Dengan dibukanya region ini, pelanggan Google di Indonesia akan memperoleh latensi yang rendah dan kinerja tinggi untuk beban kerja dan data mereka yang berbasis cloud.

Saat ini, Google Cloud Platform telah memiliki 20 Region Cloud yang tersebar di seluruh dunia, seperti Mumbai, Singapura, Taiwan, Sydney, dan Tokyo. Di Indonesia, sejumlah perusahaan besar telah menggunakan layanan Google Cloud Platform, di antaranya adalah Blue Bird Group, CT Corp, Sale Stock, Gojek, Emtek, Tokopedia, dan Traveloka.

Google mengungkapkan sedang berinvestasi dalam program-program yang bertujuan membantu startup-startup di Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya.

Back to top